Welcome to THE INSPIRING WORLD! Ikuti terus info-info terkini yang nggak bakalan ngebosenin buat kamu semua, Just Right here!
Tampilkan postingan dengan label female. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label female. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Desember 2011

Persiapkan ASI Berkualitas Sejak Remaja



ASI yang berkualitas diperoleh dari mereka yang sudah mempersiapkan diri dari masa remaja

Pipiet Tri Noorastuti, Febry Abbdinnah

menyusui (inmagine)
Anda mungkin berpikir menyiapkan air susu ibu hanya perlu menjelang persalinan. Nyatanya, pendapat medis mendukung persiapan menyusui sejak dini, bahkan sejak memasuki pubertas. 

"ASI yang berkualitas didapatkan dari mereka yang sudah mempersiapkan diri dari masa remaja, ketika pubertas," ujar Dr dr Saptawati Bardosono, MSc.

Ini untuk menghindari munculnya kendala di masa awal menyusui. Selama ini, banyak ibu yang memproduksi ASI dengan kualitas yang rendah. Bahkan, 15 persen ibu tidak bisa menyusui karena ASI tidak keluar. Padahal, ASI adalah makanan lengkap utama bagi bayi hingga usia enam bulan.

"Banyak faktor dapat terjadi. Bisa karena pertumbuhan kelenjarnya yang tidak baik, atau bahan baku produksi ASI yang kurang. Atau, bisa juga karena puting susunya tidak mau keluar, ini bisa diatasi dengan pijat payudara," ujarnya.

Pertumbuhan kelenjar payudara dimulai pada saat remaja perempuan menginjak pubertas. "Bisa saja payudara tumbuh besar, tapi hanya merupakan jaringan lemak, bukan kelenjar payudara," tuturnya.

Kalaupun kelenjar payudara cukup, produksi ASI yang tidak berkualitas masih bisa terjadi ketika payudara tidak memiliki asupan bahan baku untuk memproduksi ASI. "Bahan baku ASI diasup tidak hanya ketika sedang menyusui tetapi ketika dalam persiapan," kata dia.

Lalu, bagaimana menjaga kesehatan payudara sembari mempersiapkan diri untuk menyusui ketika remaja?

Caranya cukup mudah. Jaga pola makan seimbang sesuai dengan piramida makanan, ditambah gizi mikro. "Saat pubertas, remaja harus mengonsumsi gizi seimbang, makro dan mikro, seperti kalori, protein, karbohidrat, lemak, serta zat besi, kalsium, vitamin A, B, dan C," ujarnya.

Pada masa pubertas, remaja perempuan umumnya sudah mengalami menstruasi. Untuk menghindari indikasi kurang darah, mereka harus mengonsumsi zat besi. Sebab, kekurangan darah tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga pertumbuhan yang memengaruhi masa depan.

Remaja di masa pubertas juga mengalami pertumbuhan sangat cepat. Itulah mengapa mereka sangat memerlukan kalsium untuk menunjang pertumbuhan sel-sel tubuhnya. "Yang terpenting, asupan yang mereka konsumsi harus lengkap dan bergizi," kata dia.

Jadi, mulailah memperbaiki asupan gizi lengkap sejak dini untuk mempersiapkan produksi ASI di masa mendatang. (art)


•Sumber: VIVAnews.com

Merokok Bikin Payudara Cepat Kendur


Bagi dokter di AS, merokok menyebabkan pembuluh darah kecil di payudara gagal berfungsi.

Mutia Nugraheni
Keindahan payudara (inmagine)

Satu lagi alasan 'cantik' agar kaum hawa berhenti merokok. Menurut  Dr. Anthony Youn, salah satu ahli bedah plastik terbaik asal Amerika Serikat, jika Anda perokok dan menjalani breast lift atau operasi pengencangan payudara, maka puting akan lebih cepat mengendur.

Kesimpulannya ini didapat karena ia setiap hari menghadapi pasien yang ingin menjalani bedah perbaikan payudara (breast lift). Penelitian pun dilakukannya untuk melihat kecenderungan mengapa puting payudara wanita perokok lebih cepat mengendur.

Menurutnya, paparan nikotin dan karbon monoksida selama merokok dapat mengganggu aliran darah ke berbagai bagian tubuh. Sehingga, mengganggu proses penyembuhan setelah operasi. Racun dalam rokok secara efektif membunuh sel-sel tubuh, dengan menghentikan aliran darah menuju sel.

"Saya merasa seram setiap kali melihat pasien yang melakukan pengencangan payudara dan dia perokok," kata Dr. Youn, seperti dikutip dari harian Daily Mail.
Ia mengungkap kalau pernah menangani wanita yang putingnya berwarna keunguan, setelah merokok. Itu karena, merokok menyebabkan pembuluh darah kecil di payudara gagal berfungsi.

Dia pun harus memanfaatkan lintah selama beberapa hari untuk menghisap darah 'tua' yang membuat puting berwarna ungu. Ini dilakukan demi mengembalikan warna asli puting payudara. Tak heran kalau ia memperingatkan pada semua wanita yang menjalani operasi plastik, hasilnya bisa jadi sangat buruk karena merokok.

'Jika Anda melakukan breast lift atau breast reduction dan merokok, puting akan menghitam dan kendur. Jika Anda menjalani operasi sedot lemak dan merokok, maka akan membuat luka besar dibutuhkan lebih dari tiga bulan untuk sembuh," kata Dr. Youn.

Penelitian menunjukkan kalau perokok lebih memiliki masalah dalam hal durasi waktu penyembuhan luka. Hal ini dibandingkan seseorang yang tidak merokok. (ren)


•Sumber: VIVAnews.com

Cara Menenangkan Amukan Balita


Frustasi dan rasa marah adalah alasan balita untuk meluapkan ekspresi dengan mengamuk.

Anda Nurlaila

balita menangis (babycutest)
Saat merasa tak nyaman, banyak balita mengekspresikan diri dengan menangis dan mengamuk. Tak jarang, kelakuan buah hati membuat orang tua marah dan frustasi.

Sebuah studi membeberkan, amukan dan amarah balita Anda bukan tanpa alasan. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal "Emotion," para ilmuwan merekam suara selama balita mengamuk. Mereka menemukan, setiap jenis suara seperti menjerit, berteriak, menangis, merengek, dan rewel memiliki irama akustik dengan fitur berbeda. Mereka juga menemukan adanya pola dan vokalisasi tertentu.
"Menjerit, berteriak dan menendang sering dilakukan bersamaan. Kombinasi menangis, merengek, dan berguling di lantai bertujuan untuk mencari mencari kenyamanan," ujar penulis studi Michael Potegal, seorang profesor pediatrik di Universitas Minnesota.

Frustasi, menurut James A Green merupakan pemicu balita mengamuk. "Sama seperti orang dewasa, anak yang merasa tujuan tak tercapai akan merasa frustasi dan marah."

Berbeda dengan pandangan umum bahwa dari kemarahan balita akan beralih menjadi sedih, para ahli menemukan, mereka bukan hanya marah tapi juga sedih dalam waktu bersamaan. "Kesan bahwa amukan memiliki dua tahap tidak benar. Marah dan sedih terjadi bersamaan," kata Potegal.

Penyebab bayi frustasi dan marah bisa karena banyak hal, seperti kelelahan atau rasa sakit. Namun, balita tak punya banyak cara untuk menghadapi situasi ini, seperti anak yang lebih tua. Ada beberapa cara untuk menghadapi balita yang sedang mengamuk, seperti dikutip Shine.

1. Menunggu 

Jika anak sedang mengamuk, yang bisa Anda lakukan hanya menunggu hingga puncak kemarahannya berlalu. Mencoba memberi pengertian kepada anak yang kehilangan kontrol tidak banyak membantu.

"Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membawanya ke tempat yang bisa membuatnya tenang tanpa mengganggu orang lain," ujar Michelle Nicholasen, penulis 'I Break for Meltdowns: How to Handle the Most Exasperating Behavior of Your 2- to 5-Year-Old'.

2. Jangan mengancam, membujuk, atau menyuap anakOrang tua mungkin tak mampu mengendalikan amukan buah hati, tapi Anda bisa mengendalikan reaksi diri sendiri. Menurut Nicholasen, "Orangtua bisa membuat anak makin mengamuk dengan berteriak agar anak berhenti, atau dengan mengancam mereka," katanya.

Alih-alih bertanya alasan amukan kepada balita 2-3 tahun, sadari saja balita Anda sedang kesal. "Balita yang sedang marah takkan mampu mendengar alasan, bujukan atau peringatan sampai mereka yakin kita memahami dan menghormati pesan mereka," ucap Dr Harvey Karp, penulis 'The Happiest Toddler on the Block.'

3. Menawarkan kenyamananBegitu anak melewati puncak kemarahan, mereka lebih bersedia untuk dihibur dan ditenangkan.

4. Cari humor dalam situasi iniBanyak orangtua akhirnya frustrasi dan marah saat anak mengamuk. Namun Green menekankan, sebuah amukan masih terbilang normal hingga titik tertentu. "Ini juga akan berlalu," katanya. Dia melanjutkan, "Tantrum adalah peristiwa dalam perkembangan anak dan biasanya menurun setelah usia 4."

Sambil menunggu anak melalui amarahnya, sebuah lelucon bisa membantu orang tua. "Bayangkan Anda bertingkah seperti anak Anda. Pasti akan sulit untuk tidak tersenyum," kata Nicholasen.

5. Jangan menganggapnya kegagalan Orangtua pasti dinilai buruk saat anak berperilaku tak menyenangkan di depan umum. Yang terpikir oleh orang tua adalah mereka telah mengajar sopan santun tetapi anak  tetap nakal. Orang tua juga kerap menyalahkan diri mengapa anak melakukannya.

Ingat, meskipun Anda selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, kadang kala beberapa hal buruk akan terjadi dan itu bukan kesalahan Anda. (umi)


• Sumber: VIVAnews.com

Selasa, 06 Desember 2011

Makan Ikan Penting untuk Perempuan



Salmon merupakan salah satu sumber omega-3 terbaik.

Mengonsumsi ikan yang kaya asam lemak omega 3 seperti salmon secara signifikan dapat menurunkan risiko seorang perempuan muda terkena penyakit jantung, sebagaimana dilaporkan oleh para ahli asal Denmark.

Para peneliti menemukan bahwa perempuan usia subur yang tidak pernah makan ikan memiliki risiko 50 persen lebih tinggi terkena masalah kardiovaskular ketimbang perempuan yang sering mengonsumsi ikan.

"Kami menemukan bukti bahwa meskipun hanya beberapa kali dalam sebulan seorang perempuan mengonsumsi ikan, tetapi mereka tetap diuntungkan," pemimpin penelitian Marin Strom, dari Statens Serum Institute, Copenhagen.

"Tetapi penting untuk ditekankan bahwa, untuk mendapatkan manfaat terbesar dari ikan dan minyak ikan, perempuan harus mengikuti rekomendasi diet untuk mengonsumsi ikan sebagai makanan utama setidaknya dua kali dalam seminggu," tambahnya.

Strom dan rekan mengumpulkan data 49.000 perempuan hamil antara tahun 1996-2008. Peneliti bertanya seberapa banyak dan apa jenis ikan yang mereka makan - berharap untuk mengetahui apakah mengonsumsi jenis ikan tertentu membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Para perempuan berusia sekitar 15-49 tahun dan mereka juga ditanya tentang gaya hidup dan sejarah medis keluarga.

Selama delapan tahun masa tindak lanjut, ada 577 kejadian kardiovaskular - termasuk hipertensi, stroke dan penyakit jantung - dicatat. Lima perempuan meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Secara keseluruhan diketahui bahwa perempuan yang sedikit mendapatkan asupan ikan atau tidak sama sekali lebih mungkin dirawat di rumah sakit terkait penyakit kardiovaskular ketimbang mereka yang sering makan ikan.

Para peneliti juga mencatat, risiko terkait kardiovaskuler tiga kali lebih tinggi pada perempuan yang tidak pernah makan ikan daripada perempuan yang mengkonsumsi ikan tinggi omega-3, setidaknya sekali seminggu.

"Sumber terbaik untuk memperoleh asam lemak omega-3 adalah salmon, herring, makarel, trout, dan Greenland halibut," kata Strom.

Menurut Strom, penelitian seperti ini sebelumnya hanya difokuskan pada laki-laki, dan bukan perempuan. "Ini adalah studi pertama yang memfokuskan secara eksklusif pada wanita usia subur," katanya.
Sumber :
healthdaynews & Kompas.com

Agar Perempuan Percaya Diri Mengambil Keputusan


Setiap perempuan perlu memberdayakan dirinya dan diberi kesempatan untuk berdaya agar lebih percaya diri menjalani berbagai perannya.
    Banyak perempuan berdaya secara finansial, dengan berwirausaha atau berkarier di berbagai bidang. Namun tak sedikit juga perempuan yang tak memahami bagaimana cara mengelola penghasilannya. Terutama bagi perempuan kalangan menengah bawah yang masih membutuhkan dukungan dan pemberdayaan.

    Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, pemberdayaan masih dibutuhkan para perempuan yang bekerja di sektor mikro informal, dari kalangan menengah bawah.

    "Para perempuan yang bekerja di industri rumahan, para pedagang, mereka menjadi pengusaha karena kebutuhan dan bekerja dengan cara tradisional. Mereka tidak mengetahui tips mengelola keuangan. Namun mereka adalah juga para perempuan pengambil keputusan atas dirinya dan keluarga. Mereka membutuhkan pemberdayaan yang membangkitkan kepercayaan dirinya," kata Linda kepada Kompas Female seusai membuka Prudential Financial Literacy 2011 di Jakarta, Selasa, (6/12/2011).

    Financial Literacy 2011, kegiatan pelatihan pengelolaan keuangan untuk perempuan kalangan menengah bawah ini, menjadi salah satu cara pemberdayaan, kata Linda. Ia menambahkan, jangan menyamakan mereka dengan perempuan di perkotaan yang sudah teredukasi dengan baik.

    Masih banyak perempuan yang membutuhkan dukungan karena mereka memiliki keterbatasan terutama dalam hal pendidikan, lanjutnya.

    Linda pun menjanjikan, pada 2012, Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mulai mensosialisasikan pedoman tentang industri rumahan. Sosialisasi ini menjadi penting, karena banyak perempuan berkontribusi secara finansial di sektor industri rumahan ini.

    "Saat ini, bersama sejumlah kementrian terkait, kami sedang menyusun pedoman industri rumahan. Sosialisasinya dimulai pada 2012 nanti," tandasnya.

    Pengambil keputusan
    Penting bagi perempuan untuk berdaya atas dirinya, termasuk menambah pengetahuan untuk mengedukasi diri, karena perempuan berperan sebagai pengambil keputusan.

    Meski tak berpenghasilan, atau berperan sebagai ibu rumah tangga, perempuan tetap sebagai pengambil keputusan untuk diri dan keluarganya, kata Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing & Communications Director Prudential Indonesia.

    "Perempuan menjalani peran penting sebagai ibu, diri, istri, menantu, ipar dan lainnya. Perempuan juga pengambil keputusan untuk dirinya dan keluarga. Perempuan juga dapat memengaruhi suami untuk membeli sesuatu karena ia merupakan pengambil keputusan dalam keluarga," jelas Nini.

    Nini juga menyebutkan, hampir 50 persen pemegang polis asuransi Prudential pada 2010, adalah ibu rumah tangga. Ini menunjukkan, meski tak berpenghasilan, perempuan punya peran penting dalam mengambil keputusan termasuk dalam pengaturan keuangan.

    Karenanya penting bagi perempuan untuk saling memberdayakan dengan pengetahuan, agar lebih percaya diri menjalani peran penting yang dijalaninya.

    Sumber: Kompas.com

    Kalau Orangtua-Anak Telanjur Tak Kompak



     Kebersamaan dan kekompakan penting dihadirkan dalam sebuah keluarga. Adalah tugas dan tanggungjawab orangtua untuk menciptakan kekompakan dengan anak. 

    Psikolog keluarga Sani B Hermawan dari Lembaga Daya Insani menjelaskan tanda sebuah keluarga kompak di antaranya orangtua dan anak merasa dekat dan selalu ingin bersama.

    "Jika tak bertemu atau tidak bicara dalam sehari rasanya ada yang kurang, ada yang hilang, meski jarang bertemu tapi secara emosional saling membutuhkan, ini adalah tanda-tanda atau tolak ukur kekompakan orangtua dan anak," katanya saat jumpa pers di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Komunikasi dua arah dengan kontak mata juga turut memengaruhi kedekatan emosional orangtua dan anak, dan akhirnya berdampak pada terwujudnya kekompakan di keluarga.

    Dengan hadirnya kekompakan di rumah, anak pun akan lebih mudah berempati dengan kedua orangtuanya. Misalnya, jika orangtua sakit atau lelah sepulang bekerja, anak akan memahaminya.

    "Sayangnya fenomena yang terjadi saat ini, saat waktu bersama kurang, kesempatan untuk bersama juga kurang, lalu gadget dan teknologi menggantikan komunikasi tatap muka, anak menjadi tak terlatih untuk berempati," jelasnya.

    Nah, jika kekompakan belum tercipta di keluarga, belum terlambat untuk menghadirkannya. Apalagi jika Anda memiliki anak atau adik remaja yang tak kompak dengan orangtua juga seluruh anggota keluarga lainnya.

    Sani menyarankan, kekompakan di keluarga lebih mudah dibangun sejak anak usia 2-5 tahun. Namun, jika anak menginjak usia sekolah dasar, apalagi remaja hingga 17 tahun, dan kekompakan belum terjadi, inilah yang harus Anda lakukan sebagai orangtua.

    "Ciptakan emotional bonding dan bangun kepercayaan pada anak. Lebih banyak luangkan waktu untuk jalan bareng, melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama anak, sesering mungkin," kata Sani.

    Selanjutnya, ajak anak berdialog tentang hobinya, kesukaannya, apapun yang menyenangkan. Lakukan hal ini lebih sering sampai anak merasa nyaman dan muncul kepercayaan kepada Anda.

    "Orangtua perlu berperan sebagai teman lebih dahulu, baru kemudian sebagai orangtua anak," sarannya.

    Tahapan membangun bonding dan kepercayaan ini perlu dilakukan tiga bulan pertama. Selanjutnya pada tiga bulan kedua, orangtua atau orang dewasa di rumah bisa mengajak diskusi anak, terutama remaja, lebih mendalam mengenai masalah yang dialaminya.

    "Diskusi mendalam dilakukan bertahap, setelah muncul bonding dan kepercayaan anak terhadap orangtua," kata Sani.

    Dengan cara yang bertahap ini, perlahan keluarga Anda dapat mewujudkan kekompakan. Terutama kebersamaan dan kekompakan yang penting didapatkan anak remaja.

    Sumber: Kompas.com

    Awet Muda dengan Menjaga Gula Darah




    Usia wajah ternyata dipengaruhi kadar gula darah.
    Menjaga kesehatan tubuh memiliki dampak holistik. Bukan sekadar mencegah dari berbagai risiko penyakit, namun juga dapat merawat penampilan dan kecantikan. Tampil awet muda menjadi dambaan banyak orang. Anda pun dapat tampil awet muda asalkan disiplin mengontrol dan menjaga kadar gula darah.

    Studi terkini yang dilakukan Leiden University Medical Centre bersama Unilever Research & Development, untuk kali pertama, menemukan adanya hubungan antara kadar gula darah pada manusia dan facial age (usia wajah).

    Kadar gula darah tinggi yang diderita dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan wajah seseorang nampak lebih tua dari usianya. Setiap kenaikan kadar gula darah, seseorang akan terlihat lebih tua lima bulan.

    Tes kadar gula darah (tanpa puasa) yang dilakukan pada 600 laki-laki dan perempuan di Belanja menjadi sampelnya. Setelah melakukan tes darah, para responden ini kemudian difoto. Lalu, sekitar 60 pengamat diminta memberikan perkiraan atas usia para responden ini berdasarkan foto tersebut. Usia yang sebenarnya kemudian dibandingkan dengan hasil pengamatan tadi.

    Hasilnya, studi ini menemukan bahwa orang berusia antara 50- 70 tahun dengan kadar gula tinggi kelihatan lebih tua dibandingkan orang yang berusia sama namun memiliki kadar gula darah lebih rendah.

    David Gunn, Ilmuwan Senior di laboratorium R&D Unilever di Colworth Science Park mengatakan, “Ini kali pertama dibuktikan adanya hubungan antara kadar gula darah dan penuaan wajah. Sudah banyak riset yang membuktikan bahwa kadar gula darah yang terus menerus tinggi adalah tidak baik untuk kesehatan. Dan studi ini membuktikan bahwa hal tersebut ternyata juga membuat orang tidak kelihatan awet muda."

    Meski begitu, tambah Gunn, masih dibutuhkan riset lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab penuaan akibat tingginya kadar gula darah.

    Gaya hidup sehat

    Mengontrol kesehatan fisik, termasuk kadar gula darah, sudah seharusnya dilakukan setiap orang untuk menghindari berbagai penyakit. Apalagi seiring bertambahnya usia, berbagai faktor terkait kesehatan pun perlu lebih diwaspadai.

    Studi yang diterbitkan di AGE ini lahir dari inisiatif Netherlands Consortium for Healthy Ageing yang bertujuan memahami bagaimana kesehatan dapat dipertahankan saat usia seseorang bertambah.

    Hasil temuan ini sekaligus juga mengingatkan mengenai pentingnya menerapkan gaya hidup sehat. Klasik memang, namun faktanya, dengan menjalani gaya hidup sehat, Anda akan terhindar dari berbagai risiko penyakit, termasuk mengatasi penuaan dini.

    Diana van Heemst, Associate Professor di Leiden University Medical Center mengatakan studi ini sekaligus juga mengingatkan mengenai pentingnya mengontrol kadar gula darah bagi kesehatan orang di usia paruh baya.

    Dengan begitu, setiap orang dapat menjadi lebih termotivasi untuk lebih peduli kesehatan, disiplin menjalani pola hidup sehat, terutama bagi mereka yang berada di usia 50-70 tahun.

    "Kelihatan lebih muda mungkin bisa menjadi motivasi bagi orang untuk mengubah gaya hidupnya agar menjadi lebih sehat," tutur van Heemst.

    Sumber: Unilever Global & Kompas.com

    Kamis, 01 Desember 2011

    6 Posisi Tidur yang Mengusik Gairah Seks




    Posisi tidur dimana Anda merebahkan diri di dada pasangan, terasa nyaman dan intim, sehingga meningkatkan kemesraan.
    Bahasa tubuh kita, termasuk saat tidur, ternyata bisa menyampaikan sesuatu. Saat tidur, kita menampakkan sisi diri kita yang paling polos, dan paling jujur. Cara tidur Anda bahkan bisa memancing dan membangkitkan gairah pasangan, oleh karena mengirimkan sinyal-sinyal seksual yang tak Anda sadari. Ketimbang menduga-duga, lebih baik cari tahu makna di balik bahasa tubuh Anda saat tidur. Siapa tahu, Anda bisa mengundangnya bercinta tanpa perlu berkata-kata!

    1. Saling berhadapan. Posisi saling berhadapan, termasuk ketika Anda hendak tidur, memungkinkan Anda dan pasangan saling menatap. Dengan posisi ini, Anda juga bisa saling menyentuh sebagian atau seluruh tubuh masing-masing. Seluruh bagian tubuh Anda -dari telapak kaki, betis, lutut, perut, hingga dada- ibaratnya memiliki akses untuk mengeksplorasi tubuh pasangan. Posisi ini juga sangat dinikmati kaum pria, karena mereka bisa mudah menatap Anda, dan memastikan segala sesuatunya sesuai dengan yang diinginkan.

    2. Rebah di dadanya. Hm... ini posisi tidur yang nyaman dan dapat meningkatkan kemesraan. Pasangan tidur telentang, lalu Anda merebahkan kepala di dada atau pundaknya sebagai bantal. Posisi ini tergolong sangat intim, karena memungkinkan pasangan untuk melingkarkan tangannya ke tubuh Anda dengan sikap protektif. Asal tahu saja, pria juga sangat menyukai posisi ini karena Anda terlihat cukup nyaman untuk mencari perlindungan dalam pelukannya.
    3. Berbaring di dada Anda. Kebalikan dari posisi tidur di atas, kali ini Anda yang berbaring telentang sementara si dia yang merebahkan kepalanya di dada Anda. Tangan Anda dan dia bisa saling bertautan di atas tubuh masing-masing. Pria juga sangat menyukai posisi tidur ini, karena merebahkan diri di tubuh Anda akan terasa jauh lebih nyaman daripada rebah di atas bantal.
    4. Memeluk dari belakang. Anda dan pasangan tidur menyamping ke arah yang sama, Anda di belakang bergelung mengikuti posisi tidurnya. Bagi pria, posisi ini asyik karena seluruh tubuh Anda saling menyentuh. Dada Anda menyentuh punggungnya, kaki Anda menyentuh kakinya, dan tangan Anda bisa melingkar ke arah perut atau dadanya. Bagi Anda sendiri, Anda bisa tidur memeluk pasangan sepuasnya!

    5. Dipeluk dari belakang. Kebalikan dari posisi sebelumnya, kali ini pasangan tidur sambil memeluk tubuh Anda dari belakang. Posisi ini sangat menggairahkan karena pasangan jadi memiliki banyak kesempatan untuk menstimulasi dirinya, bahkan bisa langsung berlanjut ke sesi spooning atau menyamping saat bercinta! Selain itu, posisi ini juga sangat memuaskan ego pria, karena dengan melingkarkan tangannya ke tubuh Anda, ia menguasai dan melindungi diri Anda.


    Sumbr: Kompas.com
    6. Rebah di perutnya. Posisi ini diawali dengan Anda tidur bersebelahan dengannya, lalu Anda membaringkan kepala Anda di perutnya, sehingga membentuk huruf T. Dengan posisi ini, si dia bisa membelai kepala Anda, menyelusupkan jari-jarinya ke belantara rambut Anda, juga menyentuh pundak Anda. Bisa jadi, ia juga berharap posisi kepala Anda lebih jauh ke bawah mendekati area selangkangannya.


    Sumber: Your Tango

    4 Tanda Alami Gangguan Kebiasaan Makan


    Jangan terobsesi memiliki bentuk tubuh sempurna, bisa membahayakan kesehatan Anda.

    Mutia Nugraheni
    Diet ketat (corbis.com)
    Sebagian besar wanita yang mengalami gangguan kebiasaan makan, baik bulimia ataupun anoreksia tidak menyadarinya. Pada tahap awal, mereka biasanya hanya menganggap diet biasa.

    Namun, lama-kelamaan bisa jadi obsesi yang jadi membahayakan kesehatan. Dikutip dariShine, menurut Dr. Ramani, profesor psikolog dari California State University, ada empat hal yang bisa jadi tanda awal seseorang mengalami gangguan kebiasaan makan.

    Ketat menghitung kalori 
    Asupan kalori memang tak boleh berlebihan. Harus seimbang antara yang dikonsumsi dan yang 'dibuang' melalui olahraga. Namun, jika Anda terlalu menghitungnya secara ketat dan berolahraga terlalu ekstrim, ini bisa jadi tanda obsesi. 

    Fokus pada kekurangan tubuh

    Sebagian besar wanita tidak merasa puas dengan bentuk tubuhnya. Mulai dari bentuk lengan, kaki, perut, pipi, kaki dan sebagainya. Hal ini memang wajar. Tetapi jika tiap bercermin dan Anda selalu fokus mencari-cari kekurangan tubuh, bisa membuat makin tidak percaya diri. Ini bisa sangat berbahaya, baik secara psikologis, maupun fisik.

    Menghindari makan bersama
    Acara makan bersama baik dengan teman kantor, keluarga atau sahabat, selalu jadi aktivitas seru dan menyenangkan. Hati-hati jika Anda selalu menghindarinya, karena tak ingin tergoda mengonsumsi banyak makanan.

    Olahraga berlebihan
    Beberapa orang ada yang sangat terobsesi berolahraga. Bahkan, ada yang justru mencari sensasi rasa nyeri berolaharaga, dengan melakukannya secara berlebihan. Terutama, setelah mengonsumsi banyak makanan.


    •Sumber: VIVAnews.com

    Rabu, 30 November 2011

    Orang Barat Lebih Setia Dari Pada Orang Indonesia



    Menurut survei, pria Indonesia bisa berganti pasangan sampai 5 kali untuk berhubungan seks, dan perempuan bisa 2 kali berganti pasangan.
      Tak bisa disangkal lagi bahwa seks bebas kini sudah menjadi gaya hidup kaum urban di Indonesia. Gaya hidup yang disinyalir mengadaptasi gaya barat ini nampaknya malah jadi kebablasan. "Salah satunya bisa terlihat dari data semakin banyaknya orang yang terjangkit HIV/AIDS di Indonesia, yang disebabkan oleh adanya hubungan seks yang tidak aman," ungkap dr Boyke Dian Nugraha, saat acara "Sexual Wellbeing Global Survey" yang diadakan oleh Durex di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2011).
      Menurut penelitian yang dilakukan Durex terhadap 29.000 lelaki dan perempuan berusia 18 tahun ke atas dari 36 negara, termasuk Indonesia, menyatakan bahwa sekitar 1.015 orang Indonesia sudah terjangkit penyakit HIV/AIDS. Sebanyak 80-87 persennya disebabkan oleh seks yang tidak aman, dimana 70 persen dilakukan oleh kaum heteroseksual, dan 10 persennya oleh kaum homoseksual. Kemudian, 10-20 persen kasus HIV/AIDS disebabkan penggunaan jarum suntik, dan 5 persen ditularkan oleh ibu hamil kepada janin. Selain itu, terungkap pula bahwa Indonesia adalah negara dengan penyebaran HIV/AIDS tercepat di Asia Tenggara.
      Selain seks bebas yang tidak aman, diketahui bahwa semakin tingginya persentase peningkatan penyebaran penyakit ini juga disebabkan oleh kebiasaan bergonta-ganti pasangan. Hasil survei menyebutkan bahwa dari 100 persen pasangan yang melakukan hubungan seks, hanya 29 persen saja yang berada dalam status menikah, dan sisanya bergonta-ganti pasangan.
      Fakta yang lebih mencengangkan adalah bahwa sekitar 13 persen lelaki dan 6 persen perempuan di Indonesia tidak setia pada pasangan mereka. Sayangnya, angka ini ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gaya hidup masyarakat Barat, khususnya Amerika dan Inggris yang dinilai lebih bebas dalam berhubungan seks. Buktinya, hanya 10 persen orang Amerika dan 8 persen orang Inggris yang tidak setia.
      "Ternyata masyarakat Barat lebih setia dengan pasangannya, dibanding dengan orang Indonesia, " sesal Boyke.
      Tragis memang, jika pada kenyataannya masyarakat Barat ternyata masih lebih setia dibanding dengan masyarakat Indonesia. Dari survei ini juga diperoleh data bahwa pria Indonesia bisa berganti pasangan seksual hingga lima kali, sedangkan perempuan bisa berganti pasangan sampai dua kali. Hal ini diperparah dengan adanya stigma di kalangan masyarakat, khususnya di pedesaan, yang mengatakan bahwa lelaki selingkuh itu dianggap biasa, dan justru dianggap jantan dan perkasa.
      Selain perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam kehidupan sosial, ternyata peningkatan kesadaran masyarakat Barat tentang pentingnya kesetiaan sudah mulai meningkat. "Sejak merebaknya isu HIV, orang di Amerika dan negara lainnya sudah mulai sadar akan bahayanya, sehingga mereka pun mulai memiliki kesadaran bahwa seks yang paling aman adalah dengan pasangannya sendiri. Kesetiaan adalah kunci utamanya," tambahnya.

      Sumber: Kompas.com

      4 Tanda Tak Akan Punya Anak



      Kelly Preston (kiri), hamil lagi di usia 47 tahun. Halle Berry (kanan), pengidap diabetes, melahirkan putri pertamanya di usia 42 tahun
        Penelitian membuktikan, semakin banyak perempuan yang tidak mempunyai anak. Menurut laporan Social and Demographic Trends yang dikeluarkan oleh Pew Research Center, tingkat kehamilan di usia remaja menurun, begitu pula perempuan di usia 20-an. Namun tingkat kehamilan pada perempuan usia 40-44 tahun ternyata malah meningkat 4 persen! Kemudian, sebanyak 20 persen perempuan Amerika tidak mempunyai anak, padahal 40 tahun lalu angka ini hanya sebesar 10 persen.
        Apa yang menyebabkan fakta-fakta ini muncul? Anneli Rufus, penulis buku Stuck: Why We Don't (or Won't) Move On, menyimpulkan empat statistik dari hasil penelitian tersebut yang menunjukkan bahwa Anda tak akan mempunyai anak.

        1. Jika Anda punya gelar sarjana, kemungkinan untuk tidak mempunyai anak muncul sebesar 24 persen
        Pada dasarnya, orang Asia datang dari keluarga tradisional yang berorientasi pada kehadiran anak. Tingkat kesuburannya pun cukup tinggi. "Tetapi, orang yang memiliki pendidikan yang tinggi cenderung menunggu lebih lama untuk memprogram kehamilan," ujar Daoshing Ni, penulis buku The Tao of Fertility. "Mereka terpelajar, dan secara sadar membuat pilihan untuk menunda kehamilan." Repotnya, seiring bertambahnya usia, kemampuan untuk hamil menurun.

        2. Jika Anda berusia 44 tahun dan belum mempunyai anak, peluang untuk hamil hanya sebanyak 0,18 persen, sebelum kemampuan melahirkan berlalu. 
        Perempuan yang belum mempunyai anak hingga usia 44 bisa dengan aman berasumsi bahwa mereka tak akan memilikinya. Penyebabnya banyak, namun yang jelas jika di usia tersebut Anda belum mempunyai anak, kemungkinan karena Anda tidak ingin, atau tidak bisa (dengan berbagai alasan). Meskipun begitu, teknologi kedokteran tetap memungkinkan perempuan untuk bisa hamil di usia ini.
        3. Jika Anda memiliki gelar PhD, kemungkinan untuk tidak mempunyai anak sebesar 34 persen 
        Ketika menyangkut gelar kesarjanaan, usia memang memengaruhi. Ketika seorang perempuan mampu menyelesaikan disertasinya, kemungkinan usianya sudah di akhir 30-an atau awal 40-an. Seperti Anda ketahui, tingkat kesuburan menurun drastis seiring bertambahnya usia. Pada usia 30-an, kesuburan menurun hingga 50 persen, dan berkurang lagi 5-15 persen ketika memasuki usia 40. "Semakin lama Anda menunggu, semakin banyak tantangan kesuburan yang Anda hadapi," ujar Ni.

        4. Jika Anda merokok, kemungkinan untuk hamil berkurang hingga 30 persen dibanding yang tidak merokok
        Hal ini merupakan refleksi dari pengaruh kesehatan akibat merokok, bukan karena tren sosial apapun. "Merokok itu menuakan telur Anda," ungkap Alice Domar, profesor kebidanan dari Harvard University Medical School, yang juga penulis buku Conquering Infertility. Seorang perokok berusia 25 tahun sama suburnya dengan non perokok berusia 35 tahun. Orang mengira berhenti merokok akan langsung membuat mereka hamil, namun kenyataannya tidak selalu begitu. Menurut Domar, telur yang sudah menua tidak akan kembali muda. "Nikotin ditemukan di dalam cairan dimana telur berkembang," katanya.

        Sumber: Kompas.com

        Share

        Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More